Category Archives: Uncategorized

PELUNASAN BPIH 2013

KEMENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
PENGUMUMAN
Nomor: B.VIII/3/HM.01/141-01/2013
1. Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler 1434H/2013M menurut embarkasi adalah sebagai berikut:
No Embarkasi Jumlah (USD) Provinsi/Kabupaten/Kota
1 Aceh 3.253 Aceh
2 Medan 3.263 Sumatera Utara
3 Batam 3.357 1. Riau, 2. Kepulauan Riau,
3.Kalimantan Barat, 4. Jambi
(Kab. Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur,Kota
Jambi,Muaro Jambi,dan Batang
Hari)
4 Padang 3.329 1. Sumatera Barat,
2. Bengkulu, 3. Jambi
(Kab. Merangin, Kerinci,
Sarolangun, Bungo, dan Tebo).
5 Palembang 3.381 1. Sumatera Selatan,
2. Bangka Belitung
6 Jakarta 3.522 1. DKI Jakarta,2. Jawa Barat,
3. Banten, 4. Lampung
7 Solo 3.542 1. Jawa Tengah,
2. DI Yogyakarta
8 Surabaya 3.619 1. Jawa Timur, 2. Bali, 3. NTT
9 Banjarmasin 3.733 1. Kalimantan Selatan,
2. Kalimantan Tengah
10 Balikpapan 3.744 1. Kalimantan Timur,
2. Sulawesi Tengah
3. Sulawesi Utara
11 Makassar 3.807 1. Sulawesi Selatan,
2. Sulawesi Tenggara,
3. Sulawesi Barat,
4. Gorontalo, 5. Maluku,
6. Maluku Utara, 7. Papua,
8. Papua Barat
12 Lombok 3.782 Nusa Tenggara Barat

2. Pembayaran pelunasan BPIH reguler tahun 1434H/2013M, dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pembayaran dimulai tanggal 22 Mei – 12 Juni 2013 pada setiap hari kerja di Bank Penerima Setoran BPIH (BPS-BPIH) tempat setoran semula dengan jadwal:
 Indonesia Bagian Barat : 10.00 – 16.00 WIB
 Indonesia Bagian Tengah : 11.00 – 17.00 WITA
 Indonesia Bagian Timur : 12.00 – 18.00 WIT
b. Pembayaran BPIH 1434H/2013M diperhitungkan dengan jumlah setoran awal BPIH, dilakukan dengan mata uang dollar Amerika (USD) dan/atau mata uang rupiah sesuai kurs jual transaksi Bank Indonesia yang berlaku pada hari dan tanggal pembayaran.
c. Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari setelah penyetoran pelunasan, jamaah haji yang telah mendapatkan bukti setor lunas BPIH wajib segera mendaftar ulang ke Kankemenag Kab./Kota tempat domisili.
d. Jamaah haji yang telah mendapat porsi dan masuk dalam alokasi kuota haji keberangkatan tahun 1434H/2013M, namun tidak melunasi BPIH 1434H/2013M sampai dengan 12 Juni 2013, maka secara otomatis menjadi waiting list tahun berikutnya dan kesempatan kuotanya beralih menjadi kuota haji nasional.
e. Jamaah haji yang telah melunasi BPIH 1434H/2013M atau tahun sebelumnya namun tidak dapat berangkat dan tidak membatalkan diri dan akan berangkat pada tahun ini, maka harus membayar kekurangan atau menerima pengembalian sesuai selisih besaran BPIH yang telah dibayarkan dengan BPIH 1434H/2013M.
3. Sekiranya terdapat sisa kuota haji yang berasal dari setiap provinsi setelah berakhirnya masa pelunasan BPIH 1434H/2013M (tanggal 12 Juni 2013), maka Pemerintah akan melanjutkan untuk pelunasan tahap sisa kuota nasional, yaitu dari tanggal 18 – 26 Juni 2013.
4. Sisa kuota provinsi yang kemudian menjadi kuota haji nasional diperuntukan bagi:
a. Jamaah haji lanjut usia di atas 83 tahun, jamaah haji yang tidak mampu mandiri (udzur) yang harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter, serta pendampingnya yang telah terdaftar dan telah memiliki nomor porsi sampai dengan tanggal 7 Januari 2013. Adapun ketentuan pendamping adalah sebagai berikut:
1) Mempunyai hubungan keluarga dengan jamaah haji yang akan didampingi (dibuktikan dengan kartu keluarga);
2) Telah terdaftar sebagai jamaah haji/memiliki nomor porsi;
3) Membuat pernyataan bersedia menjadi pendamping bagi jamaah haji lanjut usia/jamaah haji yang tidak mampu mandiri (udzur) serta menyatu dalam kelompok terbang yang sama dengan jamaah yang didampingi.
b. Penyatuan jamaah haji suami-istri yang terpisah karena sistem, sehingga berbeda tahun keberangkatannya;
c. Penyatuan jamaah haji anak dan orang tua yang terpisah karena sistem sehingga berbeda tahun keberangkatannya;
d. Jamaah yang belum pernah menunaikan ibadah haji;
e. Jamaah yang sudah pernah haji (yang semula tidak diprioritaskan karena sudah pernah berhaji) dan nomor porsinya masuk dalam alokasi kuota tahun 1434H/2013M.
5. Kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji diimbau untuk melakukan pembayaran dan mendaftarkan diri melalui prosedur yang telah ditentukan dan tidak melalui calo atau perantara. Pergunakan waktu dan jadwal pelunasan yang telah ditentukan sebagaimana tersebut di atas dengan sebaik-baiknya.
Jakarta, 21 Mei 2013
Kepala Pusat Informasi dan Humas
ttd
Zubaidi

BUAH-BUAHAN DAN MADU

ANJURAN MENGKONSUMSI BUAH-BUAHAN DAN MADU

Beberapa hadits Nabi Saw menyebutkan pentingnya mengkonsumsi buah-buahan, biji-bijian dan madu alami. Banyak khasiat terkandung di dalamnya.  Ada vitamin, protein dan zat lain yang sangat baik untuk tubuh.

Dalam beberapa hadits Nabi Saw, beliau bersabda:

“Rumah yang tidak ada kurmanya seperti rumah yang tidak ada makanannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

“Tidak akan kelaparan orang yang di rumahnya ada kurma”. (HR. Turmudzi).

“Nabi Saw makan mentimun dengan kurma basah”. (HR. Abu Daud).

“Nabi Saw makan semangka dengan kurma basah”. HR. Bukhari).

“Makanlah dengan minyak zaitun dan gunakan untuk meminyaki rambut karena zaitun adalah pohon yang membawa berkah”. (HR. Ibnu Majah).

Disamping hadits tentang pentingnya mengkonsumsi buah-buahan, banyak juga hadits yang menganjurkan mengkonsumsi madu, diantaranya:

“Gunakanlah selalu dua macam obat, yaitu madu dan Al-Qur’an”. (HR. Bukhari).

Madu mudah diserap oleh tubuh, menjaga dinding lambung bagian dalam, lembut dan alami serta dapat meredakan rasa sakit di dalam tubuh. Kadar kalori yang terkandung dalam satu kilogram madu sama dengan 3250 satuan kalori.

Disamping itu Nabi Saw juga menganjurkan untuk menggunakan habbatussauda’ sebagai obat, seperti disebutkan dalam sabdanya: “Di dalam habbatussauda’ terdapat obat untuk semua penyakit, kecuali racun”. (HR. Hakim).

Mengkonsumsi bubur gandum juga sangat dianjurkan Rasulullah seperti dalam sabdanya: “Bubur dari gandum, madu, atau susu meringankan hati orang sakit dan menghilangkan sebagian kesukaran”. (HR. Bukhari Muslim).

OLAH RAGA DALAM PANDANGAN ISLAM

OLAH RAGA DALAM PANDANGAN  ISLAM

Bidang kesehatan sangat diperhatikan dalam Islam. Untuk mendapatkan badan sehat bisa dijaga dan dimulai dengan olah raga. Banyak macam dan ragamnya olah raga itu. Bisa jalan-jalan, lari, senam, berkuda, gulat, dll.

Allah Swt lebih mencintai suatu kaum yang kuat dibanding kaum yang lemah, untuk memiliki fisik yang kuat diantaranya dengan olah raga. Kekuatan tubuh bermanfaat dalam melaksanakan tugas-tugas keseharian, seperti sabda Rasulullah Saw, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah”.

Manfaat olah raga berfungsi untuk menyalurkan energi, menguatkan kepribadian dan mengembangkan karakter yang baik, terjaga dari berbagai penyakit. Bagi orang yang rajin berolah raga dapat memilki badan yang kuat dan berotot, sehingga tidak terkena penyakit karena penyakit menyerang ketika badan kita lemah dengan kata lain penyakit tidak menyerang tubuh orang yang rajin berolah raga dan kuat.

Selain manfaat di atas, olah raga juga dapat mencegah dari terserang penyakit jantung, ini dibuktikan dari hasil riset tahun 1968 seperti yang dimuat di majalah Ikatan Dokter Amerika. Disebutkan dalam riset itu bahwa olah raga dapat mempengaruhi bentuk jantung yang tidak normal dan mengembalikannya normal kembali.

Disamping itu olah raga juga dapat mencegah tekanan darah tinggi dan penyakit kencing manis, karena waktu olah raga kolesterol  terbakar.

Berikut beberapa jenis olah raga yang dianjurkan oleh Nabi Saw:

1.   Memanah, seperti dalam sabdanya: “Bidiklah, wahai Bani Ismail karena sesungguhnya nenek moyang kalian adalah pemanah”. (HR. Bukhari).

2.   Berkuda, sabdanya: “Dalam setiap lari kuda diikatkan kebaikan sampai hari kiamat”. (HR. Bukhari, Muslim dan Nasa’i).

3.   Berenang, hadits Nabi Saw menyebutkan: “Segala sesuatu selain zikir kepada Allah adalah sia-sia kecuali empat perkara; berjalannya seseorang antara dua tujuan, melatih kudanya, mencumbu istrinya, dan belajar berenang”. (HR. Bazzar dan Thabrani).

4.   Berjalan dan berlari, dari Siti ‘Aisyah: “Nabi Saw mendahuluiku berlari kemudian aku berhasil melewatinya dan kita terus berlari sampai aku cape. Rasulullah menyusulku kemudian aku menyusulnya, kemudian beliau berkata: Demikianlah seharusnya”. (HR. Ahmad).

5.   Gulat, olah raga gulat juga pernah dilakukan oleh Rasul, dalam sebuah hadits dikatakan: “Beliau berhasil mengalahkan Rukanah dalam pertandingan gulat”.(HR. Abu Daud).

6.   Shalat, gerakan shalat juga merupakan olah raga, bila dilakukan dengan benar dapat memperkuat tubuh. Dalam pelaksanaan shalat wajib tiap hari kita melakukan gerakan olah raga 113 kali, gerakan rukuk 39 kali, gerakan sujud 74 kali, disamping gerakan-gerakan lainnya. Belum lagi kalau ditambah dengan shalat sunnah.

Itulah beberapa olah raga yang biasa dilakukan oleh Rasul. Makanya kita sebagai ummatnya pantas

mengikutinya dan jangan anggap enteng olah raga.

mushtholah hadits

Referensi ilmu hadits di: http://ilmi.blogspot.com